Thursday, June 10, 2010

Antibodi Untuk HIV



Beberapa peneliti di AS telah menemukan antibodi yang dapat mencegah virus HIV menggandakan diri di dalam tubuh dan mengakibatkan penyakit parah, demikian hasil satu studi baru.

Antibodi yang sangat menetralkan itu dapat menghalangi tindakan banyak rangkaian HIV, virus yang bertanggung jawab atas AIDS, kata studi itu --yang diselenggarakan oleh satu tim peneliti yang berpusat di Scripps Research Institute di La Jolla, Los Angeles. 
Temuan tersebut, hasil dari hampir dua dasawarsa pencarian sia-sia bagi satu vaksin guna menanggulangi virus AIDS, dapat menjadi kunci bagi pengembangan satu vaksin, kata studi itu, yang disiarkan di dalam jurnal Science, Jumat.

Antibodi tersebut dapat berpotensi digunakan sebagai perawatan bagi perawatan pasien yang terinfeksi dan mengembangkan penyakit parah, kata para peneliti itu.

Antibodi itu mengincar satu bagian HIV yang selama ini tak dipertimbangkan oleh banyak peneliti yang berusaha menemukan vaksin.

Sasaran antibodi itu adalah bagian virus yang relatif stabil yang tidak terlibat dalam mutasi luas sehingga membuat HIV mampu meloloskan diri dari obat antivirus serta vaksin percobaan sebelumnya, kata studi tersebut.

"Ini adalah pembukaan seluruh daerah baru ilmu pengetahuan," kata Dr. Seth F. Barkley, Presiden dan Kepala Pelaksana "International AIDS Vaccine Iniative", yang mendanai dan mengkoordinasikan penelitian itu, sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi China, Xinhua.

Untuk menemukan antibodi yang menetralkan tersebut, para peneliti mengumpulkan contoh darah dari lebih 1.800 orang di Thailand, Australia dan Afrika yang telah terinfeksi HIV selama sedikitnya tiga tahun tanpa infeksi yang berlanjut jadi sakit parah

Orang-orang itu diduga sangat mungkin menghasilkan antibodi yang ikut-campur dalam perkembang-biakan virus tersebut.

Para peneliti itu akhirnya memisahkan dua antibodi, yang disebut PG9 dan PG16, dari seorang pasien berkebangsaan Afrika. Kedua antibodi tersebut mampu menghalangi kegiatan sebanyak tiga-perempat dari 162 rangkaian terpisah HIV mereka ujicoba lagi.

Para peneliti itu masih harus melewati jalan panjang untuk menghasilkan vaksin, tapi mereka mungkin telah memiliki peta jalan ke arah dihasilkannya satu vaksin.


Sel Jantung Buatan



Dunia sains kini tengah gencar mengembangkan teknologi sel induk untuk berbagai keperluan, terutama dalam bidang medis.

Saat ini, ilmuwan tengah berupaya mencari cara untuk mengubah sel induk menjadi jenis-jenis sel jantung yang mereka inginkan. Mereka mengklaim telah menemukan langkah penting dalam membuat sel jantung.

Melalui eksperimen yang dilakukan pada tikus, Kenneth Chien dan timnya dari Harvard Stem Cell Institute, Massachusetts, menemukan sel yang bisa meningkatkan kinerja otot bilik jantung yang bertugas memompa darah ke jantung.

Mereka kemudian menggali penemuan ini untuk mengubah sel induk dari darah atau kulit menjadi jaringan yang penting pada jantung.

"Penemuan ini merupakan tahap awal dalam pembuatan sel jantung," kata seperti dikutip dari Reuters.

"Tubuh kita memiliki sel murni yang dapat dikembangkan dan menjadi serat otot yang berfungsi dengan baik," tambahnya.

Sel induk ibarat sel master yang memiliki peran penting terhadap sel-sel lainnya. Mereka dapat dikembangkan di laboratorium.

Sel ini bisa dibuat dari jaringan yang terdapat pada jantung, tulang, darah dan sel lainnya. Chien dan timnya membuat sel jantung buatan pada tikus yang dikembangkan dari bilik jantung bagian kanan.

Mereka kemudian memanfaatkan sel buatan tersebut untuk membuat jaringan yang dapat membantu penderita lemah jantung dapat memompa darah dengan baik.

Karena struktur jantung mamalia sangat mirip, makan para ilmuwan pun optimis metode yang diujicobakan pada tikus ini dapat pula diterapkan pada jantung manusia.


Urutan Lahir Pengaruhi Kepribadian



Urutan kelahiran hanya salah satu faktor yang memengaruhi karakter dan kepribadian anak. Foto: Ist

KEPRIBADIAN seorang anak dipengaruhi banyak faktor. Keturunan dan lingkungan salah satunya. Di luar itu, urutan kelahiran disinyalir berpengaruh juga terhadap kepribadian anak. Benarkah?

Memiliki anak berkepribadian dan berkarakter kuat tentu menjadi dambaan semua orangtua. Nanun walaupun saudara sekandung, mereka biasanya memiliki kepribadian yang berbeda. Noviarti, 38, misalnya, ibu dua anak ini mengatakan: "Ya, anak kami yang bungsu, dia lebih mandiri lho daripada kakaknya yang besar. Kalau waktu belajar tiba, saya lebih banyak meluangkan waktu dengan kakaknya daripada dengan dia."

Sementara Linda, 40, lain lagi. Anak bungsunya lebih ekspresif dibandingkan anak yang pertama. "Yang besar malah cenderung lebih pendiam," katanya. Bagi mereka, memahami karakter si kecil sangat penting untuk menerapkan pola asuh mereka. Benarkah urutan kelahiran mereka berpengaruh terhadap kepribadian mereka?

Dikatakan praktisi emotional intelligence parenting dari Radani Emotional Intelligence Parenting Center, Hanny Muchtar Darta Certified EI PSYCH-K SET, bahwa penelitian menunjukkan memang ada kaitan antara urutan kelahiran dan kepribadian anak. Dengan kata lain, tumbuh-kembang si anak dalam beberapa hal tertentu dipengaruhi urutan kelahiran dalam keluarga, misalnya kepribadian anak pertama, kedua, ketiga, anak tengah, dan anak tunggal.

Penelitian menunjukkan bahwa temperamen anak, social skills, kemampuan memecahkan masalah, dan rasa percaya diri anak dipengaruhi urutan kelahiran anak.

"Harap diingat bahwa urutan kelahiran hanyalah satu dari beberapa faktor lainnya yang memengaruhi perkembangan anak. Dan, faktor terpenting lainnya adalah bagaimana Anda sebagai orangtua, sebagai ayah dan ibu mengasuh si buah hati," ucap praktisi lulusan pendidikan di Emotional Intelligence Six Seconds USA pada 2004 dan 2005 ini.

Hanny menjelaskan bagaimana urutan kelahiran dalam keluarga memengaruhi kepribadian anak. Mari bayangkan bersama, dan Anda pun akan memahaminya secara mudah. Ketika anak pertama lahir, dia biasanya mendapatkan segala perhatian dari keluarga, ayah, ibu, dan keluarga besarnya, apalagi jika kelahirannya sudah ditunggu, atau merupakan cucu pertama yang ditunggu keluarga besar.

Ayah dan ibu akan berusaha melakukan stimulasi terbaik terhadap anaknya, karena belum mempunyai adik sudah pasti si sulung akan mendapatkan perhatian penuh dari orangtua dan lingkungannya. Oleh sebab itu, tidaklah aneh kalau anak-anak pertama atau anak sulung cenderung lebih cerdas.

Nah, mengapa anak kedua mempunyai kecenderungan untuk berbeda dengan anak pertama dan cenderung untuk mempertanyakan peraturan? Anak kedua ingin berbeda dari kakaknya dan tidak mau menjadi bayang-bayang kakaknya yang selalu berusaha menjadi yang terbaik karena biasanya orangtua menekankan penting untuk menjadi contoh sang adik.

"Alasan mengapa anak bungsu cenderung menunjukkan sikap atau perilaku mandiri dibandingkan dengan kedua kakaknya karena itu sudah menjadi keharusan karena orangtua sibuk dengan kedua kakaknya yang lain," ujarnya.

Masih dikatakan Hanny,walaupun anak bungsu biasanya mendapatkan limpahan kasih sayang karena anak bungsu, apalagi kalau jaraknya jauh dengan si kakak, biasanya tetap cenderung menunjukkan kemandirian yang lebih menonjol.

"Ada kemungkinan si bungsu mempunyai tempat bertanya, tak hanya orangtua seperti yang dilakukan si sulung dulu. Dia mempunyai pilihan untuk bertanya bisa ke kakak pertama, kedua, atau ke orangtuanya," tuturnya pada SI dengan nada yang menyiratkan ketertarikan pada penelitian ini.

Hanny menegaskan, sebagai orangtua, Anda perlu melakukan pengasuhan terbaik kepada anak-anak yang telah dilahirkan dan tidak terpaku pada hasil riset ini. Dan sebagai calon orangtua, Hanny berpesan agar sebaiknya menjadikan hasil riset ini sebagai patokan untuk melakukan pola pengasuhan yang lebih baik, sehingga kepribadian anak tak terpengaruh dari urutan kelahirannya.

Anak diharapkan juga mampu untuk mencapai segala potensi yang ada di dalam dirinya sehingga mereka menjadi anak yang sehat, merasa nyaman, ceria, kuat, dan cerdas secara emosional ataupun intelektual.


Rokok Bebas Nikotin



Rokok Tanpa Nikotin untuk Meredam Kecanduan

Mineapolis, Ilmuwan menciptakan rokok bebas nikotin yang diharapkan bisa membantu seseorang berhenti merokok. Rokok bebas nikotin dinilai bisa menghindari kecanduan ketimbang rokok bernikotin amat rendah.
Rokok bebas nikotin memiliki manfaat yang sama dengan permen pengganti rokok. Perokok yang mengonsumsi rokok bebas nikotin dan permen pengganti rokok lebih sedikit mengalami withdrawal (sakau) dibandingkan dengan perokok yang mengonsumsi rokok rendah nikotin.

"Rokok bebas nikotin dan permen pengganti rokok lebih baik digunakan untuk membantu berhenti merokok dibandingkan dengan rokok bernikotin rendah," ujar Dr Dorothy K Hatsukami dari University of Minnesota Tobacco Use Research Center di Mineapolis.

Rokok bebas nikotin mengandung 0,05 miligram nikotin per batang rokok, sedangkan rokok bernikotin rendah mengandung 0,3 miligram nikotin per batang rokoknya. Sebagai perbandingan, rokok yang sebenarnya mengandung 0,7-1 miligram nikotin per batangnya.

Tim Hatsukami membandingkan kebiasaan merokok dan tingkat berhentinya dari 165 laki-laki dan perempuan dewasa yang rata-rata sudah merokok 15 tahun. Perokok ini sempat mencoba untuk berhenti, namun godaan untuk kembali lagi tak bisa diabaikan.

Para peneliti memberikan 53 orang rokok bebas nikotin, 52 orang rokok rendah nikotin dan sisanya permen pengganti rokok, percobaan ini dilakukan selama 6 minggu. Hasil yang didapatkan perokok yang mengonsumsi rokok bebas nikotin dan permen pengganti rokok lebih sedikit mengalami withdrawal (sakau) dibandingkan dengan perokok yang mengonsumsi rokok rendah nikotin.

Ilmuwan menduga, rokok rendah nikotin lebih memungkinkan seseorang untuk merokok lebih banyak untuk mendapatkan kompensasi jumlah nikotin yang hilang. Sedangkan rokok bebas nikotin tidak menimbulkan perasaan tersebut. Hasil penelitian ini telah dilaporkan dalam jurnal Addiction.

"Meskipun rokok bebas nikotin terlihat potensial digunakan sebagai alat untuk membantu seseorang berhenti merokok, tapi hasil penelitian kecil ini belum cukup untuk membuat kesimpulan bahwa rokok bebas nikotin efektif membantu orang berhenti merokok," ujar Hatsukami.

Masih dibituhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui seberapa efektif rokok bebas nikotin membantu seseorang berhenti merokok. Diharapkan nantinya bisa menjadi terapi baru bagi orang yang ingin berhenti merokok.


Radiasi Handphone Paling Tinggi Dan Paling Rendah


  • belum ada bukti atas hubungan pemakaian HP terlalu lama dengan tumor otak

Informasi ini diberikan oleh Cellpphones org. Memberikan informasi atas urutan radiasi terendah dan tertinggi dari beberapa model HP yang dipasarkan di Amerika.

Ada 2 jenis radiasi. Ionizing / frekuensi tinggi umumnya berdampak dari teknologi atom dan molekul. Tetapi Handphone memiliki radiasi frekuensi rendah atau non-ionizing. Dampak radiasi handphone akan berdampak bila pemakaian berlebihan, jarak antena dengan penguna, kualitas transmisi dan ukuran handset sendiri.

Dari penelitian di 13 negara seperti Australia, Canada, Denmark dan negara lainnya. Belum ada ditemukan bukti adanya hubungan antara radiasi HP dengan tumor otak.
Penelitian atas jenis handphone hanya memperlihatkan tipe handphone apa saja yang memiliki radiasi cukup tinggi


VIDEO

ENTER-TAB1-CONTENT-HERE

RECENT POSTS

ENTER-TAB2-CONTENT-HERE

POPULAR POSTS

ENTER-TAB3-CONTENT-HERE
 

Informasi Kesehatan Copyright © 2010 Indoneter | Indotekhno | Enhaallah | Designed by Lasantha.